malam ini seperti biasa...
sepi sendiri, terpaku di sudut kamar
senja tadi...
mentari meninggalkanku
jerit hatiku, sedetikpun tak mampu menahan langkah mentari...
seperti tak menghirauku dia pergi menghilang di ufuk bart...
"matahari...!!!
jika nanti kau berada diatas pulau ujung barat negeri ini, tolong sampaikan salam rinduku untuknya..."
ya... hanya itu yang ku jeritkan padamu mentari...!!!
tak banyak keluhku,
namun kau seakan enggan mendengar keluh resahku
kini... malam ini
awan gelap berarak dengan bangganya mengelilingi jiwak yang rapuh
bulan dan bintang tersenyum sambil menari
seakan ia mencibirku dari atas sana...
"bulan...!!!
aku tau kau slalu ditemani kekasihmu sang bintang...
tak seperti aku yang slalu sendiri dengan jiwa rapuhku...
namun, ku kan tetap slalu menanti... menanti... menanti datangnya sang bidadari yang membawa kepingan hatiku yang hilang"
di setiap malamku...
aku slalu takut untuk terlelap,
takut jika esok terbangun dengan sgala perih yang ada
dengan sgala seribu kesedihan di dada
seribu derita dan juga seribu kenangan cinta...
semoga asa ku ini padamu takkan pernah hilang meski tergilas oleh sang waktu...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar